Jumat, 10 Januari 2014

( Tulisan 18 ) kelangkaan pupuk dengan realikasi )




Alokasi pupuk bersubsidi pada 2014 turun 830.000 ton dibandingkan dengan alokasi 2013 dan turun 1,47 juta ton dibandingkan 2012. Kelangkaan pupuk baru akan terjadi setelah Oktober 2014 karena pada Januari-Oktober 2014 masih dimungkinkan realokasi penyaluran.

Menurut General Manager Niaga PT Pupuk Indonesia Subhan, Kamis (9/1/2014), di Jakarta, dengan adanya kebijakan realokasi penyaluran pupuk bersubsidi yang ditarik dari bulan di depannya.

”Misalnya, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi pada Januari 2014 sudah habis mengacu alokasi, tetapi permintaan pupuk oleh petani tetap bisa dilakukan karena alokasi pupuk Februari 2014 bisa digeser ke Januari 2014 untuk menutup kekurangan bulan Januari,” kata Subhan.

Sepanjang petani punya rencana definitif kebutuhan kelompok, permintaan pupuk oleh petani wajib dilayani. ”Kurangnya alokasi pupuk tidak menjadi masalah pada saat ini sampai Oktober 2014 karena bisa direalokasi,” ujarnya.

Dengan cara ini, tidak akan ada lagi kekurangan pupuk bersubsidi sekalipun alokasi pupuk bersubsidi 2014 dipangkas. Kalaupun ada masalah, hal itu akan terjadi nanti setelah Oktober 2014 karena alokasinya habis.

”Itu pun produsen pupuk mendapat jaminan dari Kementerian Pertanian selaku kuasa pengguna anggaran pupuk bersubsidi untuk memberi tambahan volume pupuk bersubsidi,” ujar Subhan.

Mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian No 122/2013 tentang Rencana Kebutuhan Pupuk Bersubsidi 2014 yang diterbitkan pada 26 November 2013, alokasi pupuk bersubsidi untuk tahun 2014 bagi petani sebanyak 7,78 juta ton. Ini lebih rendah 830.000 ton (10 persen) dibandingkan dengan alokasi 2013 dan lebih rendah 1,47 juta ton dibandingkan dengan alokasi 2012 atau turun 16 persen.

Besaran alokasi pupuk bersubsidi 2014 hanya 63,45 persen dari total produksi pupuk nasional sebanyak 12,26 juta ton. Rinciannya, alokasi pupuk jenis urea 3,42 juta ton, SP-36 sebanyak 760.000 ton, ZA 800.000 ton, NPK 2 juta ton, dan pupuk organik 800.000 ton.

Khusus pupuk urea, dibandingkan alokasi 2013, alokasi 2014 turun 447.000 ton. Ini setara dengan pertanaman padi 1,12 juta hektar. Subhan menggarisbawahi, pada 2013 realisasi penyaluran pupuk bersubsidi mencapai 102 persen dari total alokasi sepanjang 2013. Realisasi pupuk bersubsidi itu, antara lain, untuk subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan budidaya.

Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan Winarno Tohir mengatakan, secara teori, realokasi memang bisa dilakukan. Kenyataannya, di daerah informasi sering tidak sampai.

Meski pusat membolehkan realokasi pupuk dari bulan setelahnya, hal itu tidak dilakukan. Ini akibat informasi dan pemahaman yang berbeda-beda dari petugas di daerah.

Petani tidak akan ribut kalau kebutuhan pupuk dipenuhi. Faktanya, di kios-kios pupuk tidak ada. Kalaupun ada, pembelian pupuk sangat dibatasi. Winarno mengatakan, masalah pupuk terjadi akibat tidak adanya tambahan subsidi. Sementara biaya produksi naik, akibatnya volume yang ditekan.

Jika memang hitungan pemerintah biaya pokok produksi pupuk naik, tak masalah bagi petani kalau harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi juga dinaikkan. (MAS/GRE/BAY/DKA/SIR/WER/NIT/NIK)


 http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/01/10/0800547/Atasi.Kelangkaan.Pupuk.dengan.Realokasi

Analisis:
Menurut analisis saya tulisan diatas menjelaskan bahwa  Alokasi pupuk bersubsidi pada 2014 turun 830.000 ton dibandingkan dengan alokasi 2013 dan turun 1,47 juta ton dibandingkan 2012. Kelangkaan pupuk baru akan terjadi setelah Oktober 2014 karena pada Januari-Oktober 2014 masih dimungkinkan realokasi penyaluran. Dengan cara ini, tidak akan ada lagi kekurangan pupuk bersubsidi sekalipun alokasi pupuk bersubsidi 2014 dipangkas. Kalaupun ada masalah, hal itu akan terjadi nanti setelah Oktober 2014 karena alokasinya habi

( Tulisan 17 ) Optimalisasi Pemanfaatan Gas Bumi akan Hemat APBN




Pemanfaatan gas bumi sebagai bahan bakar masyarakat akan mendorong efisiensi APBN, lantaran harga gas ini jauh lebih murah ketimbang bahan bakar minyak.

Membengkaknya subsidi tersebut terlihat dari catatan Kementerian Keuangan yang hingga akhir 2013 realisasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) melebihi dari pagu anggaran dan menembus 105,1 persen.

Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Hendi P. Santoso menyatakan pihaknya akan terus mendorong pemanfaatan gas bumi sebagai alternatif bahan bakar di luar BBM. Salah satu yang dilakukan adalah memperbanyak pembangunan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG).

Untuk mendukung pengemangan SPBG itu, PGN berencana menyiapkan dana investasi senilai Rp 260 miliar. Dana itu digunakan untuk membangun 16 SPBG.

"Kami mendorong masyarakat melakukan penghematan bahan bakar dengan menggunakan gas, yang lebih ekonomis, aman, ramah lingkungan," jelasnya.

Terkait dengan membengkaknya subsidi, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani sebelumnya menjelaskan subsidi BBM per akhir tahun 2013 lalu menyedot dana hingga Rp 210 triliun.

Jumlah itu melonjak 105,1 persen melampaui pagu APBN-P 2013 yang ditargetkan sebesar Rp 199 triliun. 



tahun 2013 lalu menyedot dana hingga Rp 210 triliun. Jumlah itu melonjak 105,1 persen melampaui pagu APBN-P 2013 yang ditargetkan sebesar Rp 199 triliun


 http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/01/10/1708229/Optimalisasi.Pemanfaatan.Gas.Bumi.Akan.Hemat.APBN



Analisis:
Menurut saya tulisan diatas menjelaskan bahwa Pemanfaatan gas bumi sebagai bahan bakar masyarakat akan mendorong efisiensi APBN, lantaran harga gas ini jauh lebih murah ketimbang bahan bakar minyak. Terkait dengan membengkaknya subsidi, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani sebelumnya menjelaskan subsidi BBM per akhir

( Tulisan 16 ) Rupiah Membaik, Ekonomi diprediksikan akan menguat




Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo mengatakan bank sentral tidak akan menyampaikan posisi tertentu atas nilai tukar rupiah. Namun demikian, dengan memperhatikan indikator perkembangan ekonomi, maka ia memprediksi rupiah akan membaik.

Agus mengatakan, secara umum perkembangan ekonomi Indonesia menunjukkan perbaikan. Ini terlihat dari neraca perdagangan, transaksi berjalan, neraca pembayaran di kuartal IV 2013, dan pengendalian inflasi.

"Jadi ini secara umum menunjukkan kondisi membaik. Jadi kita perkirakan nanti kondisi daripada nilai tukar juga akan lebih baik," kata Agus di Kompleks Kantor Pusat BI, Jumat (10/1/2014).

Lebih lanjut Agus menjelaskan kondisi dunia saat ini perlu diperhatikan, salah satunya adalah pengurangan stimulus moneter oleh The Fed. Kondisi itu, kata dia perlu diwaspadai bersama-sama. Selain itu, kondisi lain yang perlu diwaspadai adalah kedalaman pasar keuangan.

"Kedalaman pasar keuangan ini perlu terus kita tingkatkan karena pada saat tertentu permintaan valuta asing itu meningkat. Ini harus didukung oleh supply yang baik," ujar dia.

Supply yang baik tersebut dikatakan Agus dapat menciptakan harga karena supply dan demand terjaga baik. Ini pun akan berdampak pada cerminan fundamental ekonomi yang baik.

 http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/01/10/1555170/Ekonomi.Membaik.Rupiah.Diprediksi.Akan.Menguat

Analisis :
Menurut saya tulisan diatas menjelaskan bahwa Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo   memprediksi rupiah akan membaik. dan ia mengatakan bahwa secara umum perkembangan ekonomi Indonesia menunjukan perbaikan. Dilihat dari neraca perdagangan, transaksi berjalan, neraca pembayaran, dikuartil IV 2013, dan pengendalian inflasi.

( Tulisan 15 ) Indonesia Harus Jadi Pemain dan Dalang di Pasar Keuangan ASEAN



Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakin Indonesia bisa menjadi pemain utama sektor keuangan di pasar tunggal Asia Tenggara (ASEAN) 2015. Ada tiga fokus yang akan dihadapi Indonesia di pasar tunggal ASEAN.
Ketiga fokus tersebut antara lain stabilitas pasar keuangan, sektor keuangan yang inklusif dan sektor keuangan yang berkontribusi terhadap sektor riil.
Wakil Ketua Dewan OJK Rahmat Waluyanto mengatakan Indonesia harus siap menghadapi ketatnya persaingan dan integrasi pasar di kawasan Asia Tenggara.
"Untuk itu kemampuan industri juga perlu ditingkatkan secara aktif sehingga Indonesia tidak hanya jadi target tapi juga pemain. Termasuk dalam industri jasa keuangan," ujarnya dalam "Seminar Outlook 2014" di Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Kamis (31/10).
Dengan menjadi pemain utama di industri keuangan, investasi langsung dan portfolio juga akan tumbuh positif. Sebab, nantinya Indonesia bakal menjadi tujuan investasi yang kemudian dapat dijadikan sebagai alternatif pembiayaan.
"Tahun depan, investor lokal dan asing pasti akan terus mencermati dinamika yang terjadi mengingat pelaksanaan pasar tunggal ASEAN semakin dekat," jelasnya.

Analisis:
tulisan diatas menjelaskan bahwa Indonesia mampu menjadi pemain utama sektor keuangan di pasar tunggal Asia Tenggara (ASEAN) 2015. dan harus siap menghadapi ketatnya persaingan dan integrasi pasar di kawasan Asia Tenggara. oleh karena itu  kemampuan industri juga hrua  ditingkatkan secara aktif sehingga Indonesia tidak hanya jadi target tapi juga pemain. Termasuk dalam industri jasa keuangan. Dengan menjadinya pemain utama di industri keuangan, investasi langsung dan portfolio juga akan tumbuh positif. Sebab, nantinya Indonesia bakal menjadi tujuan investasi yang kemudian dapat dijadikan sebagai alternatif pembiayaan.


http://www.merdeka.com/uang/indonesia-harus-jadi-pemain-dan-dalang-di-pasar-keuangan-asean.html

( Tulisan 14 ) Melirik Peluang Bisnis Pendidikan Dini



Tawaran bermitra dalam mengembangkan pendidikan usia dini masih bermunculan. Maklum, orang tua sekarang semakin sibuk bekerja sehingga anak-anak bisa dititipkan sekaligus belajar di day care atau playgroup.

Peluang inilah yang dibidik oleh Nilu Gede Kusumadewi (37), pemilik El Genio Academy di Yogyakarta. Sekolah yang telah berdiri sejak 2009 berencana mengembangkan sayapnya dengan menawarkan kemitraan mulai Januari 2014.

Meski baru dibuka, El Genio sudah punya satu mitra di Yogyakarta. "Total sekolah ada tiga, yakni satu sekolah punya mitra, sisanya milik sendiri," ujar Nilu.

El Genio menerima murid sejak umur 3 bulan hingga 5 tahun. Kelas yang ditawarkan mulai dari baby daycare, toddler, playgroup, dan taman kanak-kanak. Biaya sekolah (SPP) rata-rata Rp 500.000 per murid per bulan. Adapun uang masuk sekolah sebesar Rp 4,8 juta.

El Genio juga menawarkan kemitraan. Nilu mengatakan, sewa tempat dan perlengkapan sekolah disediakan sendiri oleh mitra. "Yang penting, mitra menyiapkan tempat minimal 300 meter persegi dengan empat ruang kelas," kata dia.

Omzet Rp 40 juta

Nilu menyebutkan, mitra bisa mengantongi omzet Rp 40 juta per bulan dengan asumsi 60 orang murid. Dengan laba bersih 10 persen - 15 persen per bulan, mitra bisa balik modal dalam dua tahun. Dalam kemitraan ini, Nilu mengutip royalti fee sebesar Rp 7,5 juta per tahun.

Yang menarik, selain mendidik, El Genio pun menyediakan makanan ringan dan menu makan siang untuk para murid. Nilu menyediakan makanan yang mengutamakan kebersihan serta mengurangi penggunaan monosodium glutamate (MSG) dan minyak.

Nilu melanjutkan, kurikulum El Genio membuat anak bisa menguasai bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Meskipun El Genio sekolah umum, ia memastikan tiap anak mendapat pelajaran agama sesuai latar belakang agama orang tuanya.

Dari segi kemitraan, kantor pusat akan mengontrol mitra sebulan sekali selama setahun. Kurikulum pun akan dievaluasi agar bisa mengikuti perkembangan zaman.

Pengamat waralaba Amir Karamoy bilang prospek bisnis pendidikan memang  kian menjanjikan. Pasalnya, orang tua muda saat ini cenderung menyekolahkan anaknya sedini mungkin. "Ini membuat anak yang masih sangat kecil pun sudah disekolahkan," ujarnya.

Agar sukses, sekolah harus punya keunikan. Misalnya kurikulum sekolah berbeda dengan sekolah lain. Amir menilai, tawaran kemitraan  El Genio cukup menarik. (Marantina.
 http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/01/10/1500509/Melirik.Peluang.Bisnis.Pendidikan.Dini

Analisis:
Menurut analisis saya, tulisan diatas bersifat informasi sekaligus bersifat ajakan untuk memulai bisnis dalam membisniskan pendidikan.  Ternyata Dunia pendidikan memiliki sisi bisnis. Asal tidak berlebihan dalam membisniskan pendidikan, pendidikan anak usia dini (PAUD) juga mampu mendatangkan keuntungan. Agar sukses, sekolah harus punya keunikan. Misalnya kurikulum sekolah berbeda dengan sekolah lain. Amir menilai, tawaran kemitraan  El Genio cukup menarik. (Marantina)