Jumat, 10 Januari 2014

( Tulisan 13 ) Membatasi Makanan Cegah Pikun



Membatasi kalori tidak selalu menyenangkan, namun dapat memberikan banyak manfaat. Bukan hanya manfaat terkait berat badan, beberapa studi telah menunjukkan makan lebih sedikit dapat membantu memperlambat proses penuaan, memperpanjang umur, dan menurunkan efek penyakit Alzheimer.

Atas dasar itu, tim peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) melakukan sebuah studi untuk mengetahui lebih jauh, apakah pembatasan kalori juga dapat menunda kerusakan sel saraf di otak.

"Karena sebelumnya sudah diketahui penurunan fungsi kognitif dan saraf merupakan ciri-ciri dari proses penuaan, pembatasan kalori mungkin juga dapat berpengaruh dalam memperlambat kerusakan sel saraf," ujar Ketua Studi dr. Johannes Graff dari Picower Institute for Learning and Memory di MIT, dan Howard Hughes Medical Institute.

Graff dan timnya melakukan uji coba teori ini pada dua kelompok tikus yang sudah direkayasa mengalami penuaan saraf. Para peneliti mengurangi asupan kalori hingga 30 persen pada suatu kelompok tikus, dan menjaga asupan kalori tetap sama pada kelompok yang lain.

Setelah tiga bulan, para peneliti menguji kemampuan belajar dan ingatan setiap grup tikus. Hasilnya kelompok tikus kedua menunjukkan penurunan kemampuan belajar dan ingatan yang signifikan berkaitan dengan kerusakan sel saraf. Sedangkan pada kelompok tikus yang makannya dibatasi menunjukkan tidak adanya penurunan kemampuan belajar dan mengingat.

Para peneliti tidak puas dengan hasil itu saja. Mereka kemudian melihat melalui otak guna mengetahui tingkat dan jumlah kerusakan sel saraf. Ternyata, kerusakan sel saraf dapat diperlambat dengan pembatasan kalori.

Selain itu, mereka juga ingin mengetahui pengaruh enzim tertentu yang jumlahnya meningkat saat kalori dibatasi, yaitu enzim Sirtuin 1 (SIRT1). Jumlah enzim ini melimpah saat asupan kalori dibatasi.

Mereka pun membagi tikus menjadi dua kelompok lagi, dengan perlakuan pembatasan kalori pada grup pertama, dan penambahan obat berisi enzim tanpa membatasi kalori pada grup kedua. Hasilnya, kedua perlakuan ini efektif dalam memperlambat kerusakan sel saraf.

Graff berharap hasil ini dapat dieksplorasi lebih lanjut untuk mengetahui hubungan antara pembatasan kalori, enzim SIRT1, dan penuaan sel saraf.
 http://health.kompas.com/read/2013/05/23/14470949/Membatasi.Makan.Cegah.Pikun.

 Analisis:
Menurut analisis saya, tulisan diatas menjelaskan bahwa makan lebih sedikit dapat membantu memperlambat proses penuaan, memperpanjang umur, dan menurunkan efek penyakit Alzheimer.

( Tulisan 12 ) Minyak Ikan Kurangi Efek " junk food "



Junk food alias makanan "sampah"—karena tidak mengandung nilai gizi selain kalori—merupakan jenis makanan yang harus dihindari jika kita ingin terhindar dari penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah. Akan tetapi, jika sulit menghindari godaan junk food, mungkin ada baiknya Anda mulai rutin mengonsumsi suplemen minyak ikan.
Analisis yang dilakukan pada 185 studi mengatakan bahwa suplemen minyak ikan dapat meminimalkan efek junk food pada otak. Tim peneliti asal University of Liverpool menganalisis studi-studi yang dilakukan di seluruh dunia untuk menentukan bukti manfaat suplemen asam lemak omega-3. Tim peneliti ini juga menelaah jika suplemen ini bermanfaat mengurangi berat badan.

Studi terbaru yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition ini mengindikasikan bahwa diet junk food berlemak dapat menghalangi proses yang dinamakan dengan neurogenesis atau proses pembentukan sel saraf baru. Sementara diet kaya asam lemak omega-3 dapat mencegah efek negatifnya dengan merangsang area pada otak yang mengontrol makan, belajar, dan ingatan.

Meskipun tim menemukan bahwa minyak ikan tidak memiliki efek langsung pada proses ini dalam area di otak, minyak ikan memiliki peran penting dalam mengurangi kemampuan karbohidrat atau gula dan lemak jenuh untuk menghambat kontrol otak terhadap keinginan makan.

Hal ini jugalah yang menyebabkan minyak ikan bermanfaat untuk mengontrol berat badan. Ketua studi dr Lucy Pickavance dari University's Institute of Ageing and Chronic Disease mengatakan, berat badan dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satu faktor terpenting yang memengaruhinya adalah nutrien yang kita konsumsi.

"Asupan berlebihan dari makronutrien tertentu, seperti gula dan lemak jenuh yang ditemukan di junk food, dapat menyebabkan penambahan berat badan, mengganggu metabolisme, bahkan memengaruhi kemampuan kognitif," tutur Pickavance.

Perubahan ini, imbuh dia, dapat terlihat dari struktur otak, termasuk kemampuan untuk melakukan proses pembentukan sel saraf baru. Maka dari itu, dengan kata lain, obesitas terkait dengan penyakit penuaan saraf.

"Minyak ikan tidak memberikan efek langsung pada penurunan berat badan, tetapi dapat menghentikan efek dari proses penuaan di otak yang dipicu oleh makanan tinggi lemak," ujar Pickavance.
 http://health.kompas.com/read/2013/05/24/10012950/Minyak.Ikan.Kurangi.Efek.Junk.Food.


Analisis:
Tulisan diatas menjelaskan bahwa minyak ikan mengurangi efek “ junk food “ karena hasil dari  Analisis yang dilakukan pada 185 studi mengatakan bahwa suplemen minyak ikan dapat meminimalkan efek junk food pada otak. Tim peneliti asal University of Liverpool menganalisis studi-studi yang dilakukan di seluruh dunia untuk menentukan bukti manfaat suplemen asam lemak omega-3. Tim peneliti ini juga menelaah jika suplemen ini bermanfaat mengurangi berat badan. Dan menurut  pickavance "Minyak ikan tidak memberikan efek langsung pada penurunan berat badan, tetapi dapat menghentikan efek dari proses penuaan di otak yang dipicu oleh makanan tinggi lemak,".

( Tulisan 11 ) Burger bakal jadi makanan sehat



Burger identik dengan makanan berlemak dan bergaram tinggi sehingga kebanyakan orang menyebutnya sebagai junk food. Namun ke depannya, makanan satu ini bisa jadi dikategorikan makanan sehat yang membantu menyembuhkan penyakit-penyakit tertentu.
Adalah schmeat, daging yang terbuat dari jaringan biologis yang sedang dikembangkan oleh tim peneliti asal Maastricht University di Belanda. Schmeat dapat digunakan sebagai daging isian burger.

Organisasi Makanan dan Pertanian Amerika Serikat memperkirakan permintaan daging akan meningkat lebih dari dua per tiga dari jumlah saat ini di 40 tahun mendatang. Sayangnya, jika produksi daging masih konvensional, permintaan tersebut sulit untuk dicukupi. Karena itu, menciptakan metode lain pembuatan daging bisa jadi solusinya.
Menurut para peneliti, schmeat akan dijual bebas pada 10 hingga 20 tahun mendatang. "Karena menggunakan teknologi yang rumit, harga schmeat mungkin masih relatif mahal, namun jika produksinya bisa semakin efisien, harganya bisa turun. Saat ini masih ada beberapa hal yang perlu terus diteliti, namun hasilnya mungkin sudah dapat diprediksi," ujar ketua peneliti Profesor Mark Post.
Sementara itu, isian burger lainnya yaitu tomat sedang dirancang untuk jadi lebih sehat dengan membuatnya mengandung senyawa antikanker. Tim peneliti asal John Innes Centre di Norwich tengah merancang tomat menggunakan gen dari bunga snapdragon untuk memberikannya pigmen antosianin. Pigmen tersebut memiliki efek anti-inflamasi dan antikanker.
Sayuran isian burger lainnya yaitu selada ke depannya akan dapat membantu pasien diabetes. Pasalnya selada yang tengah dikembangkan para ahli biologi di University of Pennsylvania ini akan direkayasa untuk mengeluarkan protein yang merangsang pankreas memproduksi insulin. Sejauh ini, percobaan pada tikus menunjukkan hasil yang menjanjikan.
Susu anti-alergi sebagai bahan dasar pembuatan keju pada burger juga tengah dikembangkan. Alergi susu seringkali disebabkan oleh proten yang disebut beta-lactoglobulin (BLG) yang tidak ada dalam air susu ibu (ASI). Para peneliti dari Selandia Baru berhasil melakukan rekayasa genetika pada susu sapi sehingga tidak lagi mengandung protein tersebut.
Terakhir, roti yang digunakan pada burger sehat di masa depan akan berasal dari gandum yang tahan ancaman cuaca dan hama. Melalui teknik rekayasa genetika, para peneliti asal Inggris, Jerman, dan AS meneliti kode genetik kompleks dari gandum. Mereka berhasil mengidentifikasi sekitar 96.000 gen.

 http://health.kompas.com/read/2013/12/25/1315425/Burger.Bakal.Jadi.Makanan.Sehat


Analisis:
Tulisan di atas menjelaskan bahwa burger  akan menjadi  salah satu makanan sehat yang membantu menyembuhkan penyakit-penyakit tertentu. Komponen dalam burger seperti schmeat, tomat, selada, susu anti alergi, san roti. Semua komponen yang terdapat dalam burget tersebut akan dirancang menjadi lebih sehat. Misalnya tomat yang akan dirancang membantu pasien diabetes,  dan roti yang digunakan pada burger sehat dimasa depan akan berasal dari gandum yang tahan ancaman cuaca dan hama.



Jumat, 15 November 2013

Akuntansi dan Pajak untuk industri kelapa sawit

Topik Makalah : ”Akuntansi Dan Pajak Untuk Industri Kelapa Sawit
Tujuan               : Untuk memahami aspek akuntansi dan pajak secara baik, diperlukan pemahaman                industri kelapa sawit secara baik pula.
judul                   : Akuntansi dan Pajak untuk industri kelapa sawit.



BAB I SEKILAS TENTANG INDUSTRI KELAPA SAWIT

I.1. Sejarah Perkebunan Kelapa Sawit
I.2. Fisiologi Kelapa Sawit
I.3. Syarat Hidup Kelapa Sawit
I.4. Tipe Kelapa Sawit
I.5. Hasil tanaman
I.6. Aspek Legal Perkebunan Kelapa Sawit
I.7. Tahapan Membangun Perkebunan Kelapa Sawit
I.8. Proses Pengolahan Kelapa Sawit

BAB II AKUNTANSI UNTUK INDUSTRI KELAPA SAWIT

II.1. Memilih Standar Akuntansi Keuangan
II.2. Kebijakan Akuntansi

BAB III PERPAJAKAN UNTUK INDUSTRI KELAPA SAWIT

III.1. Ketentuan Umum & Tatacara Perpajakan
III.2. Pajak Penghasilan (PPh)
III.3. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
III.4. Pajak Bumi & Bangunan (PBB) Sektor Perkebunan
III.5. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan (BPHTB)
sumber : http://gudang-makalah.com/akuntansi-pajak-untuk-industri-kelapa-sawit.html

Rabu, 13 November 2013

tugas 10 Perbedaan Uang Kartal dan Giral

Berdasarkan lembaga yang mengeluarkan uang ada 2 macam, yaitu :
  • *     UANG KARTAL : adalah uang yang dikeluarkan oleh pemerintah/bank sirkulasi.
Sedangkan
  • *      UANG GIRAL : adalah tagihan/rekening pada suatu bank yang sewaktu-waktu dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah dengan perantara cek , giro dan telegraphic transfer.
Ada 4 hal yang membedakan antara uang kartal dan uang giral, yaitu :
UANG KARTAL :  sifat berlakunya setiap orang harus memiliki.
Beredar di seluruh masyarakat.
Berwujud uang kertas dan uang logam.
Dikeluarkan oleh Bank Indonesia.
UANG GIRAL : sifat berlakunya orang boleh menolak .
Beredar di kalangan tertentu.
Berwujud cek, giro, bilyet, rekening, tabungan.
Dikeluarkan oleh Bank Umum.
     SUMBER:
     Analisis :
     Tulisan diatas menjelaskan bahwa yang membedakan uang kartal dengan uang giral adalah objek peredaran uang tersebut.

Sabtu, 15 Juni 2013

analisis jurnal " perlindungan konsumen"


Nama              : firda fauziah
Npm                : 22211888
Kelas               : 2eb02

Menganalisis jurnal tentang perlindungan konsumen

Judul jurnal                         : Pengantar Hukum Perlindungan Konsumen
Penulis jurnal                     : Dr. Shidarta, S.H., M.Hum
Sumber jurnal                   : file:///D:/jurnal/Contoh%20Jurnal%20Perkuliahan.htm
Tahun                                   : 21 Februari 2013 (Kuliah Minggu I)

Hasil analisa:

Jurnal ini berjudul “pengantar hukum perlindungan konsumen”Dalam jurnal ini menjelaskan jika konsumen dapat ditetapkan sebagai peristiwa hukum dan dapat dimasukan kedalam area perlindungan konsumen menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (disingkat UUPK).
Dan dijelaskan tentang pengertian konsumen Menurut pasal 1 butir 2 UUPK, dijelaskan pengertian bahwa konsumen yaitu jika setiap orang yang pemakai bareang dan / atau jasa yang tersedia dalam masyarat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, oramg lain, maupun makhluk lain dan tidak untuk diperdagangkan. Didefinisikan bahwa konsumen yang dilindungi dalam UUPK adalah konsumen akhir (end user/ultimate consumer).dan dijelaskan jika  konsumen antara (intermediate consumer) yaitu para agen, penyalur ( distributor), dan pedagang lain dibawahnya adalah termasuk kedalam pelaku usaha juga.
Kesimpulannya dijurnal ini lebih menjelaskan tentang pengertian konsumen tersebut menurut UUPK, dan pengertian konsumen menurut UUPK ini ternyata tidak cukup komprehensif melindungi masyarakat konsumen. Sebaiknya ada revisi terhadap definisi ini, yakni dengan :
1.       Mempertegas apakah subyek hukum yang dimaksuad dengan kosumen itu adalah orang perseorangan ataukah juga dapat mencakup badan usaha;
2.       Menghilangkan unsur yang tersedia dalam masyarakat;
3.       Menghilangkan kaa-kata yang berlebihan terkait kepentingan siapa yang ditunjukan atas tindakan konsumsi itu.

Jika diperhatikan baha memotif konsumsi atas suatu barang/jasa ternyata sangat menentukan. Orang yang semula membeli sebuah apartemen untuk dihuni sendiri, tetapi kemudian berubah pikiran dengan menyewakan kepada pihak lain, dapat saja diasumsikan sudah kehilangan statusnya sebagai konsumen akhir. Jika hal seperti ini menjadi permasalahan hukum, akan sulit dicairkan alat buktinya, mengingat motif seseorang sangat mudah berubah-ubah.